Kali ini saya akan menceritakan
bagaimana kelanjutan dari kisah sebelumnya. Masih dengan jurusan fisika,
disemester berikutnya saya pun menjalaninya dengan sabar dan tabah, cobaannya
makin berat. Karena disemester ini saya bertemu dengan ketanalan baru saya,
yaitu komputerisasi pembelajaran fisika, yang jumlah sksnya itu Cuma 0 sks.
Tapi tau tidak sih?? Itu serasa programin mata kuliah 8 sks.
Kenapa saya mengatakan demikian,
karena satu mata kuliah ini wajib diikuti dan dilulusi. Karena kalau tidak
lulus, maka konsekuensinya tidak bisa memprogram salah satu mata kuliah wajib
disemester berikutnya. Kebayang tidak
sehari semalam tidak tidur karena kerjain tugasnya. Pergi kuliah, puyeng deh.
Tapi, walaupun demikian mata
kuliah yang satu ini sangat bermanfaat bagi saya tentunya. Karena banyak
pelajaran baru yang diperoleh. Kemampuan mengotak-atik program komputer sudah
bisalah dikit-dikit.
Sebenarnya saya justru lebih tertarik
belajar media—media atau hal-hal yang berhubungan dengan teknologi difisika,
ketimbang belajar fisikanya. Karena walaupun tugas dari mata kuliah media itu
banyak dan terasa sulit untuk diselesaikan, tapi justru semakin kita bergelut
ditugas-tugasnya itu makin banyak pengetahuan baru yang kita dapatkan.
Sedangkan ketika belajar fisika, selalu membuat saya kurang bahagia disetiap
saat.
Mengapaa??
Sebab saat belajar fisika
terkadang saya bertemu denga integral berlipat-lipatlah, tertutuplah dan
penurunan-penurunan rumus yang amat panjang dan membosankan. Terkadang ketika
terlalu banyak penurunan rumus, biasanya membuat saya cepat lapar dan ingat
ayam crispy. Haha mulai konyol dehh.
Pada akhirnya kuliah mulai tidak
focus dan suara dosen mulai melayang, ibarat kata masuk telinga kiri dan keluar
telinga kanan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar