PENINGKATAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR FISIKA PESERTA DIDIK DENGAN MENERAPKAN
MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE TGT (TEAMS GAMES TURNAMENT) DI KELAS XI IPA 4 MAN LAPPARIAJA
A.
Latar
Belakang Masalah
Kurikulum adalah
salah satu variable yang berperan penting dalam peningkatan mutu pendidikan.
Adanya perubahan kurikulum selalu
ditinjau dari mutu pendidikan itu sendiri sesuai dengan kedudukannya sebagai
suatu program pendidikan yang berisikan seperangkat rencana dan peraturan
mengenai isi dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman
penyelenggaraan kegiatan belajar mengajar.
Ilmu fisika adalah salah satu dari lmu pengetahuan alam yang hampir sebagian besar siswa tidak menyukainya. Banyak yang berpendapat bahwa pelajaran fisika itu sulit. Seperti halnya di kelas XI IPA 4 MAN LAPPARIAJA hampir sebagian siswa beranggapan bahwa fisika itu sulit dan sangat tidak menarik. Adapun ketika belajar siswa cenderung tidak aktif, hanya beberapa siswa yang merespon pertanyaan yang diajukan oleh guru. Selain itu jika pemberian tugas oleh guru, hanya siswa tertentu saja yang mengerjakannya di papan tulis, siswa lainnya tidak ikut berpartisipasi, atau tidak ada umpan balik dari sebagian siswa dan kegiatan pembelajaran cenderung monoton. Akibatnya tidak semua siswa yang menguasai konsep materi pelajaran yang diberikan.
Mau yang lebih lengkap?. klik link dibawah aja yaIlmu fisika adalah salah satu dari lmu pengetahuan alam yang hampir sebagian besar siswa tidak menyukainya. Banyak yang berpendapat bahwa pelajaran fisika itu sulit. Seperti halnya di kelas XI IPA 4 MAN LAPPARIAJA hampir sebagian siswa beranggapan bahwa fisika itu sulit dan sangat tidak menarik. Adapun ketika belajar siswa cenderung tidak aktif, hanya beberapa siswa yang merespon pertanyaan yang diajukan oleh guru. Selain itu jika pemberian tugas oleh guru, hanya siswa tertentu saja yang mengerjakannya di papan tulis, siswa lainnya tidak ikut berpartisipasi, atau tidak ada umpan balik dari sebagian siswa dan kegiatan pembelajaran cenderung monoton. Akibatnya tidak semua siswa yang menguasai konsep materi pelajaran yang diberikan.
Oleh karena itu, permasalahan
tersebut akan dipecahkan dalam penelitian ini. Dimana upaya peningkatan
motivasi dan hasil belajar siswa kelas XI IPA 4 MAN LAPPARIAJA perlu mengemas
materi fluida dalam suatu pembelajaran yang aktif dan menarik. Dimana
pembelajaran ini akan melibatkan siswa secara penuh, sehingga siswa lebih mudah
memahami pelajaran yang diberikan. Berdasarkan hal tersebut peneliti memilih
menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe TGT dengan pendekatan kontekstual
sebagai salah satu model pembelajaran yang dapat mengaktifkan siswa sehingga
akan meningkatkan motivasi dan hasil belajarnya.
Model
pembelajaran kooperatif tipe TGT (Teams
Games Turnament) merupakan model pembelajaran yang menuntut kerja sama
kelompok heterogen, tanpa adanya perbedaan ras, status, jenis kelamin, ataupun
tingkat kemampuan. Dengan model ini semua siswa akan lebih tertarik dan aktif
dalam proses pembelajaran dikarenakan mengandung unsur permainan. Dimana dalam
permainan keberhasilan individu ditentukan dari keberhasilan kelompok. Oleh karena
itu, model ini melibatkan peran siswa sebagai tutor sebaya sehingga diharapkan
dapat meningkatkan motivasi siswa untuk mengikuti proses pembelajaran dan
memahami materi yang diberikan sehingga hasil belajar siswa juga meningkat.
Pendekatan
kontekstual merupakan sebuah pendekatan yang terdiri dari tujuh komponen yaitu
kontruktivisme, inkuiri, bertanya masyarakat belajar, pemodelan, refleksi, dan
penilaian nyata. Dalam pembelajara pendekatan kontekstual adalah konsep belajar
yang membantu guru mengaitkan antara materi yang diajarkan dengan situasi dunia
nyata dan mendorong siswa untuk membuat hubungan antara pengetahuan yang
dimiliki dengan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari (Trianto 2009)
Penerapan model
pembelajaran TGT dengan mengaplikasikan ketujuh komponen dari pendekatan
kontekstual akan membawah proses pembelajaran berlangsung lebih rileks dan
menciptakan suasana pembelajaran yang menarik serta dapat meningkatkan
keaktifan semua siswa. Hal tersebut dikarenakan kekurangan dari model
pembelajaran TGT akan disempurnakan
dengan adanya pendekatan kontekstual, selain iti fase-fase dari model
pembelajaran TGT pada dasarnya sudah mencakup ketuuh komponen pendekatan
kontekstual sehingga dalam menerapkan model TGT yang dikolaborasikan dengan
pendekatan kontekstual tidaklah rumit. Penerapan model ini diharapkan dapat
meningkatkan motivasi belajar siswa. Karena pada umumnya, siswa menyukai
hal-hal yang menrik dan sifatnya menghibur. Sehingga hal tersebut dapat
memengaruhi peningkatan hasil belajar siswa.
Oleh karena itu,
peneliti tertarik untuk melakukan penelitian tindakan kelas dengan menerapkan
model pembelajarn kooperatif tipe TGT dengan pendekatan kontekstual di kelas XI
IPA 4 MAN LAPPARIAJA sehingga suatu konsep yang sifatnya abstrak seperti halnya
materi fluida akan lebih mudah untuk dipelajari dan dipahami karena siswa
merasa materi yang diberikan sangat bermanfaat untuk kehidupan sekitarnya.
Contoh proposal 1
Contoh proposal 2
contoh proposal 3
Tidak ada komentar:
Posting Komentar